Fi’il Mudhari’ untuk Waktu Sekarang atau Akan Datang? #2
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan kami berjudul “Fi’il Mudhari’ untuk Waktu Sekarang atau Akan Datang?” Sebelumnya kami jelaskan tentang penanda fi’il mudhari’ untuk menunjukkan makna waktu sekarang. Pada tulisan kali ini insyaAllah kami jelaskan tentang penanda fi’il mudhari’ untuk menunjukkan makna waktu yang akan datang.
Penanda Fi’il Mudhari’ untuk Menunjukkan Makna Waktu Akan Datang
Ada enam tanda yang jika ia berada sebelum fi’il mudhari’, menunjukkan bahwa fi’il mudhari’ tersebut digunakan untuk waktu yang akan datang, bukan di waktu sekarang:
Huruf sin (س) yang bermakna ‘akan’. Contoh:
وَسَيَعْلَمُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اَيَّ مُنْقَلَبٍ يَّنْقَلِبُوْنَ
“Orang-orang yang zalim kelak akan mengetahui kemana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syuara: 227)
Huruf saufa (سوف) yang bermakna ‘akan’. Contoh:
سَوْفَ تَنْدَمُ عَلَى كَسْلِكَ
“Kelak kamu akan menyesal atas kemalasanmu.”
Huruf nawasib (huruf yang menashabkan fi’il mudhari’). Contoh:
لَنْ يَنْجَحَ الكَسُوْلُ
“Pemalas itu tidak akan sukses.”
Huruf jawazim (huruf yang menjazamkan fi’il mudhari’) kecuali lam dan lamma. Contoh:
إِنْ تُسَافِرْ فَاللَّهُ يَكْلَؤُكَ بِرِعَايَتِهِ
“Jika engkau bepergian, maka Allah akan menjagamu dengan pemeliharaan-Nya.”
Tersambung dengan nun taukid. Contoh:
وَلَىِٕنْ لَّمْ يَفْعَلْ مَآ اٰمُرُهٗ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُوْنًا مِّنَ الصّٰغِرِيْنَ
“Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan benar-benar akan termasuk orang yang hina.” (QS. Yusuf: 32)
Adanya adat at-tarajji; kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan pengharapan. Contoh:
لَعَلِّي أَبْلُغُ قَصْدِي
“Semoga aku dapat mencapai tujuanku.”
Kata يعلم - تندم - ينجح - تسافر - يسجن - أبلغ adalah fi’il mudhari’ yang akhirnya dimaknai sebagai sebuah kata kerja yang akan terjadi di waktu akan datang, bukan di waktu sekarang. Wallahu a’lam.
Temanggung, 18 Dzulqa’dah 1447 / 5 Mei 2026
Ja’far Shodiq
Referensi:
Al-Hasyimi, As-Sayyid Ahmad. al-Qawaid al-Asasiyyah li al-Lughah al-’Arabiyyah. 2020. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyah.
