Fi’il Mudhari’; untuk Waktu Sekarang atau Akan Datang?

Fi’il Mudhari’ adalah fi’il yang digunakan untuk mengungkapkan suatu perkerjaan di waktu sekarang atau masa yang akan datang. Secara bentuk kata, antara keduanya sama dan tidak ada beda. Sama-sama menggunakan huruf mudhara’ah (أ ن ي ت).

Contoh:

أجلس - نكتب - يمسح - تفرح


Namun, ada beberapa tanda yang jika digunakan untuk fi'il mudhari', menunjukkan bahwa fi'il mudhari' tersebut adalah untuk pekerjaan sekarang. Sebagaimana ada beberapa tanda yang jika digunakan, menunjukka bahwa fi'il mudhari' tersebut adalah untuk pekerjaan yang akan datang.


Penanda Fi’il Mudhari’ untuk Menunjukkan Makna Waktu Sekarang


Ada lima tanda yang jika ia berada sebelum fi’il mudhari’, menunjukkan bahwa fi’il mudhari’ tersebut terjadi di waktu sekarang, bukan di waktu yang akan datang:


  1. Huruf maa yang menunjukkan peniadaan. Contoh:

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا

“Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok.” (QS. Luqman: 34)


  1. Huruf in yang menunjukkan peniadaan. Contoh:

اِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ 

“Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan.” (QS. Hud: 88)


  1. Kata laisa. Contoh:

ليس لي أن أقول إلا الواقع

“Tidaklah bagiku untuk mengatakan kecuali kenyataan (yang sebenarnya).”

  1. Huruf lam ibtida’. Contoh:

اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ 

“Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku.” (QS. Yusuf: 13)


  1. Ditambahi kata al-an. Contoh:

أسافر الآن

“Aku safar sekarang.”


Kata تدري - أريد - أقول - يحزن- أسافر adalah fi’il mudhari’ yang akhirnya dimaknai terjadi pada waktu sekarang karena ada kata penanda yaitu ما - إن - ليس - لـ - الآن. Itulah lima kata yang jika masuk ke dalam fi’il mudhari’, fi’il mudhari’nya bermakna sekarang, bukan yang akan datang. Bersambung insyaAllah.


Temanggung, 13 Dzulqa’dah 1447 / 30 April 2026

Ja’far Shodiq


Referensi:

Al-Hasyimi, As-Sayyid Ahmad. al-Qawaid al-Asasiyyah li al-Lughah al-’Arabiyyah. 2020. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyah.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url