Dua Imran yang Berbeda
Yang pertama adalah Imran suaminya Yukabad/Yukabid. Darinya lahir dua Nabi dan Rasul yang utama, namanya diulang-ulang dalam Al-Qur’an, dan salah satunya pernah diajak bicara langsung oleh Allah serta pemilik mukjizat yang sangat banyak, Musa dan Harun ‘alaihimassalam.
Yang kedua adalah Imran ayahnya Maryam, suami dari Hannah. Imran inilah yang menjadi nama surat ketiga dalam Al-Qur’an; Ali Imran (keluarga Imran). Kelak, darinya akan lahir keturunan Rasul yang mulia, yang namanya pun berulang-ulang disebut dalam Al-Qur’an, yang akan menjadi hakim yang adil menjelang Hari Akhir, Isa al-Masih ‘alaihissalam.
Imran yang pertama, namanya memang tidak disebutkan dengan tegas dalam Al-Qur’an, namun ia disebutkan oleh beberapa mufassir, misalnya disebutkan oleh Ibnu Katsir, beliau berkata ketika menafsirkan surat as-Shaf ayat 5:
يقول تعالى مخبرًا عن عبده ورسوله وكليمه موسى بن عمران عليه السلام
Artinya: “Allah Ta‘ala berfirman, mengabarkan tentang hamba-Nya, rasul-Nya, dan kalim (yang diajak bicara langsung oleh-Nya), yaitu Musa bin ‘Imran ‘alaihis salam.” (Ibnu Katsir, 13/544)
Imran yang kedua, diantara ayat Al-Qur’an yang menyebutkannya adalah:
اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىٓ اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas seluruh alam (manusia pada zamannya masing-masing).” (QS. Ali Imran: 33)
Uniknya, putra Imran pertama yang bernama Musa, dan cucu Imran kedua yang bernama Isa, kedua-duanya termasuk Ulul Azmi. Allah berfirman:
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ
Artinya: “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) sebagaimana ululazmi (orang-orang yang memiliki keteguhan hati) dari kalangan para rasul telah bersabar”. (QS. Al-Ahqaf: 35)
Dalam at-Tafsir al-Muyassar disebutkan: “Mereka (menurut pendapat yang masyhur) adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan kamu (Muhammad) salah satu dari mereka.” (at-Tafsir al-Muyassar, 1/506)
Wallahu a’lam.
Temanggung, 22 Syawal 1447 / 10 April 2026
Ja’far Shodiq
—
Referensi:
Ibnu Katsir, Imaduddin Abul Fida’ Ismail. Tafsir Al-Qur’an al-Adzim. (2000). Giza-Mesir: Maktabah Aulad as-Syaikh.
Nukhbah min Asatidzatit Tafsir. at-Tafsir al-Muyassar. (2009). Saudi: Majma’ al-Malik Fahd
